Nonjok orang…hal yang sangat ingin ku lakukan Saat ini…..

Mendengar beberapa cerita dari teman-teman perempuan. Perlukah seorang
perempuan nonjok pria jika memang saat itu dia kesal?


Aku sendiri pernah 2 kali nonjok cowok. Pertama pas kelas dua smp. Namanya udah
gak ingat lagi…yang pasti dia itu anak polisi, sukanya ngatain aku tomboy dan
segala kata2 yang nggak senonoh. Ok, ok, aku memang tomboy, temenku satu geng
cowok semua. Tapi itu bukan berarti dia ngatain aku,
"Perempuan jadi-jadian kan?" Juga nggak perlu nambah2 pakai kata2
yang nggak pantas. Ya udah. DOK! I did punch him. Really hard.

 

Karena anak
polisi, besoknya bapaknya datang dan aku dimarahin habis2an di sekolah oleh
walikelas.  Tapi guru-guru lain pada
ketawa semua, abis culun banget, kok cowok ditonjok cewek terus ngadu ke
bokapnya! Aku sih cuek banget…

 

Kali kedua,
kelas tiga smp. Belum ada setahun, ada anak tetangga yang doyan
njelek-njelekkin orang. Suatu hari ngata2in aku tanpa sebab, Sebel banget!
Cowok cerewet! Ya udah, DOK! Aku tonjok.

 

Kini,
setelah dewasa aku berpikir pengen banget nonjok seseorang.
Pengen. Alasannya? That’s my business.
Tapi sampai sekarang keinginan itu tidak tercapai. Kadang mereda, kadang
hilang, kadang muncul.

Jadi, dear. Aku nggak tahu apa keinginan itu akan diteruskan. Untuk
sekarang, aku mengalah: tidak menonjok. Tapi menang: melawan napsu.

Leave a Reply